Takalar” Indonesiatimurnews.com” Bukti bobroknya proyek revitalisasi sekolah di Kabupaten Takalar akhirnya terekam jelas. Sebuah video yang direkam tim media ini di lokasi proyek revitalisasi SDN 95 Campagaya, Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara menunjukkan secara terang-terangan dugaan penggunaan material Kanal C banci di bawah standar SNI.

Dalam video berdurasi 13 detik tersebut, terlihat tumpukan puluhan batang kanal C yang akan dijadikan rangka kuda-kuda atap sekolah.
Fakta mengejutkan terlihat saat seorang warga menekan ujung kanal C tersebut menggunakan hanya satu jari jempol. Kanal C tersebut langsung penyok, lentur, dan ringsek ke dalam seperti kaleng kerupuk. Padahal, sesuai spesifikasi teknis, Kanal C SNI 0,75 mm tidak mungkin bisa ditekuk hanya dengan kekuatan satu jari.
“Ini bukti paling telanjang. Lihat saja videonya, canal C ditekan pakai jempol langsung penyok. Ini bukan baja SNI, ini kaleng. Ini sangat berbahaya untuk dijadikan kuda-kuda penahan beban atap sekolah,” ujar Rahman Samad, Divisi Investigasi LSM PERAK Indonesia setelah melihat video tersebut.
Rahman menegaskan, jika kanal C se-tipis itu dipaksakan menjadi kuda-kuda, maka risiko ambruk sangat besar, apalagi Takalar adalah daerah pesisir yang anginnya kencang.
“Ini yang kami bilang ajang bisnis. Selisih harga kanal C banci dan kanal C SNI itu Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per batang. Kalau butuh 200 batang, sudah berapa puluh juta yang diduga dikantongi? Nyawa anak-anak dipertaruhkan demi untung,” tegasnya.
Atas bukti video telanjang ini, LSM PERAK mendesak Kejati Sulsel dan Polda Sulsel untuk segera menjadikan video ini sebagai barang bukti awal untuk memanggil Kepala SDN 95 Campagaya dan Ketua P2SP.
“Jangan tunggu atap ambruk menimpa siswa baru bertindak. Videonya sudah jelas, materialnya banci. Periksa RAB-nya, periksa nota pembeliannya!” pungkas Rahman.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 95 Campagaya saat dikonfirmasi terkait temuan kanal C tersebut mengatakan jika material tersebut sudah sesuai spesifikasi.
“Kalau kanal C ini sudah sesuai,” singkatnya.
Pernyataan singkat tersebut justru berbanding terbalik dengan fakta di lapangan yang terekam jelas dalam video, di mana material mudah penyok hanya dengan tekanan satu jari.
Etr : RHS/Red