Lakindo Angkat Jempol GPMK Lutim Siap Turun ke Jalan, Soroti Dugaan Proyek Mangkrak RS Lagaligo Islamic Center

Luwu Timur, 08 April 2026 — Gerakan Pemuda Mahasiswa Keadilan (GPMK) Luwu Timur Bersama Lembaga Analisis Anti Korupsi Indonesia ( LAKINDO PUSAT ) menyatakan sikap tegas dengan rencana aksi turun ke jalan dalam Minggu ini. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus protes terhadap dugaan proyek mangkrak pembangunan RS Lagaligo Islamic Center yang dinilai belum menunjukkan progres signifikan.

Ketua GPMK Lutim Dan Diektur Investigasi Sahabuddin Sanusi SH dalam keterangannya menyebutkan bahwa proyek pembangunan rumah sakit tersebut sejatinya menjadi harapan besar masyarakat Luwu Timur dalam peningkatan layanan kesehatan. Namun, kondisi di lapangan justru memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait keterlambatan pembangunan yang diduga tidak sesuai dengan perencanaan awal.

Menurutnya, jika proyek tersebut benar mengalami stagnasi atau mangkrak, maka hal itu sangat merugikan masyarakat, baik dari segi pelayanan kesehatan maupun penggunaan anggaran negara. GPMK menilai perlu adanya transparansi dari pihak terkait, termasuk kontraktor pelaksana dan pemerintah daerah, agar publik mendapatkan kejelasan mengenai kondisi sebenarnya.

“Direktur Lakindo ikut turut menyampaikan Bahwa Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, tetapi bentuk kepedulian kami terhadap pembangunan daerah. Kami ingin memastikan bahwa setiap proyek yang menggunakan anggaran publik berjalan sebagaimana mestinya dan tidak merugikan masyarakat,” tegas salah satu perwakilan GPMK.

Dalam aksinya nanti, GPMK Lutim akan menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pembangunan RS Lagaligo Islamic Center, mengungkap secara terbuka kendala yang menyebabkan proyek tersebut terhambat, serta mengambil langkah tegas jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran.

Selain itu, mereka juga mendesak aparat penegak hukum untuk turut mengawasi dan jika perlu melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut. GPMK menilai pengawasan ketat sangat penting guna mencegah terjadinya praktik korupsi atau penyalahgunaan anggaran.

Rencana aksi ini diperkirakan akan melibatkan puluhan hingga ratusan massa dari kalangan mahasiswa dan pemuda. Mereka berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi secara damai namun tegas, dengan tetap menjaga ketertiban umum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah Luwu Timur maupun pihak terkait lainnya mengenai kondisi terkini proyek RS Lagaligo Islamic Center. Masyarakat pun berharap adanya kejelasan dan solusi konkret agar pembangunan fasilitas kesehatan tersebut dapat segera dilanjutkan dan dimanfaatkan sesuai tujuan awalnya.

Aksi GPMK Lutim ini menjadi pengingat bahwa peran kontrol sosial dari mahasiswa dan pemuda masih sangat relevan dalam mengawal jalannya pembangunan, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Editor : Tim H Ahmad Sukriansyah / Redaksi

Exit mobile version