200 Warga Dusun Corawalie Desa Pabbentengan Berjuang Pertahankan Tempat Tinggal

Maros, Rabu, 3 Juni 2026 – Indonesiatimurnews.com” Sekitar 200 warga Dusun Corawalie, Desa Pabbentengan, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, menyuarakan harapan dan keinginan mereka untuk tetap mempertahankan tempat tinggal yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan dan penghidupan masyarakat setempat. Warga mengaku tidak ingin kehilangan rumah, lahan, serta lingkungan yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun.

Masyarakat Dusun Corawalie menilai bahwa kawasan tersebut bukan sekadar tempat bermukim, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi banyak keluarga. Di wilayah itu, warga membangun rumah, membesarkan anak-anak, serta menjalankan berbagai aktivitas ekonomi yang menopang kebutuhan sehari-hari.

Dalam berbagai kesempatan, warga menyampaikan harapan agar pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi mereka. Menurut warga, setiap kebijakan yang berkaitan dengan lahan dan permukiman hendaknya mengedepankan prinsip kemanusiaan, keadilan, serta mengutamakan dialog yang terbuka dengan masyarakat terdampak.

“Kami hanya ingin tetap tinggal dengan tenang di tempat yang selama ini menjadi rumah kami. Kami berharap ada solusi terbaik yang tidak merugikan masyarakat,” ungkap salah seorang warga yang turut menyampaikan aspirasi bersama warga lainnya.

Kebersamaan dan kekompakan terlihat di tengah masyarakat Dusun Corawalie. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para orang tua, menunjukkan solidaritas dalam memperjuangkan hak dan masa depan keluarga mereka. Mereka berharap setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah yang mengedepankan kepentingan bersama.

Tokoh masyarakat setempat juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan persatuan. Menurutnya, penyampaian aspirasi harus dilakukan secara damai dan sesuai dengan aturan yang berlaku agar solusi yang dihasilkan dapat diterima semua pihak.

Ke depan, warga berharap adanya kepastian terkait status tempat tinggal mereka sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan rasa aman dan nyaman. Selain itu, mereka juga menginginkan pembangunan daerah tetap berjalan tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat yang telah lama bermukim di Dusun Corawalie.

Perjuangan 200 warga Dusun Corawalie ini menjadi gambaran besarnya harapan masyarakat untuk mempertahankan tempat tinggal yang telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan mereka. Dengan komunikasi yang baik antara warga, pemerintah, dan pihak terkait, diharapkan dapat ditemukan jalan keluar yang adil, bijaksana, dan membawa manfaat bagi semua pihak.

Editor : Tim Media & Lembaga Lakindo/Red

Exit mobile version