PENGURUS KTNA KABUPATEN KOTA SESULAWESI UTARA PERTANYAKAN KEABSAHAN PELANTIKAN KEPADA KETUA ALRY DONDOKAMBEY DALAM REMPAR KTNA SEBELUM ADA LAPORAN TIM FORMATUR.

Manado, “Indonesiatimurnews.com “Pelantikan ketua KTNA Sulaweai Utara kepada Alry Dondokambey usai terpilih secara aklamasi yang langsung dilantik oleh Sekertaris Jenderal yang hadir sebagai nara sumber dalam rembug paripurna di pertanyakan. Pasalnya pelantikan ketua secara terpisah dengan Pengurus Lengkap hasil produk tim formatur yang dilaporkan pada paripurna akhir dalam rembug paripurna secara lengkap tidak biasa.

Ketua KTNA Sulawesi Utara Samy Karokaro mengatakan:”pelantikan hanya dapat dilakukan oleh ketua KTNA setingkat diatasnya, dan dilaksanakan lengkap seluruh pengurus didalamnya ada ketua, para wakil ketua, sekertaris dan para wakilnya, bendahara dan wakilnya serta bidang bidangnya dan dalam suatu acara khusus, yang resmi.”

Dikatakannya lagi, “bagaimana mungkin sebagai nara sumber yang tidak ada mandat dari ketua karna tidak ditunjukan pada waktu itu bisa melakukan pelantikan hanya pada ketua seorang bukan pada pengurus lengkap hasil tim formatur? , ada apa dengan ini semua. Saya pertanyakan kepada beliau tentang itu. Namun tidak diperlihatkan”. Kata Ketua Sammy yang belum terlaksananya paripurna didemisioner

Secara terpisah Bapak Sem Montolalu, SH selaku ketua KTNA Minahasa Tenggara, mengatakan:” sepertinya marwah KTNA telah ditenggelamkan kepentingan sesaat, bagaimana mungkin utusan KTNA Nasional yang tidak ada mandat, bisa bertindak arogan seperti itu”

Dikatakan lagi: “memang sejak awal pelaksanaan rempar sudah tidak benar, Panitia pelaksana yang tidak punya Surat Keputusan, yang diundang pengurus KTNA Kabupaten Kota yang hadir utusan Dinas, Tidak dihadiri para pemerintah selaku pembina, Para Nara sumber sudah jadi MPRS, memaksakan kehendak dengan manjadikan pembawa rekomendasi dinas yang bukan pengurus KTNA menjadi peserta penuh, bukan sebagai peninjau,

Selanjutnya disebutkan:”Mestinya kalau ada perubahan soal mekanisme dan tahapan pelaksanaan rempar disosialisasikan dahulu, jangan tiba saat tiba akal. Rempar KTNA Sulut jangan dijadikan kelinci percobaan”. Tegasnya.
(*MDL)

Redaktur : MMusa Lembong Kabiro Minahasa/Red

Exit mobile version