Sinjai — Indonesiatimurnews.com ” Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2025 tak kunjung cair, hal di nilai dapat menimbulkan Dampak Negatif,di mana di ketahui ratusan perangkat Desa dan RT RW dari 67 Desa se kabupaten Sinjai Belum menerima gaji maupun insentif ,bahkan tidak sedikit dari mereka para perangkat Desa berharap dari gaji untuk membiayai kebutuhan ke seharian keluarga nya,hal tersebut di ketahui setelah Media ini melakukan penelusuran di Desa Desa

Tak hanya itu,beberapa aparat Desa mengaku sudah berutang ATK dan lainnya , untuk kebutuhan administrasi dan ada pula sampai menggadaikan kebun cengkeh milik nya untuk menutupi kebutuhan sehari harinya
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPC APDESI) kabupaten Sinjai ,Andi Azis Soi saat di temui di ruangan kerjanya pada Selasa 29 April 2025 menegaskan jika dalam kurung satu Minggu ke depan tidak ada pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) kami akan hering masalah ini ke DPRD kabupaten Sinjai
Di mana para perangkat Desa maupun RT RW belum di bayarkan gaji maupun insentif nya, sementara mereka punya keluarga yang harus di biayai sambungnya
Bahkan Andi Azis soi menilai pemerintahan yang baru di kabupaten Sinjai di Nilai gagal dan tidak mampu mengendalikan keuangan daerah,hal ini bisa di lihat seratus hari kerja Bupati dan wakil Bupati Sinjai
Harusnya pemerintah mencari jalan untuk mengangkat Pendapatan asli Daerah “di Sinjai ini,kita memiliki banyak potensi yang bisa kita jadikan PAD,jika ini tidak di lakukan berarti kita tetap jalan di tempat pungkasnya selasa 29 April 2025
Sementara pada sore hari di salah satu warung kopi (Warkop)di Sinjai ,Terdengar riuh Para aparat Desa mengeluhkan Gaji mereka ya belum di bayarkan karena ADD tak kunjung cair sejak bulan Januari 2025.
Editor : Arifin/Amzar/Red