Makassar – Indonesiatimurnews.com” — Pengelolaan tenaga kebersihan di Kecamatan Wajo, Kota Makassar, kini menjadi perhatian dan sorotan publik. Sejumlah petugas kebersihan mengaku kecewa dan menyayangkan sistem pembayaran gaji yang dinilai tidak sesuai dengan apa yang telah mereka tandatangani. Bahkan, para pekerja mengungkapkan pernah mengalami keterlambatan pembayaran gaji hingga tiga bulan tanpa adanya penjelasan yang jelas dari pihak pengelola maupun pihak terkait, Minggu (24/5/2026).

Kondisi tersebut memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai transparansi pengelolaan tenaga kebersihan di wilayah tersebut. Para petugas yang selama ini bekerja membersihkan jalanan, saluran air, dan lingkungan permukiman mengaku hanya bisa menerima keadaan meski merasa dirugikan.
Menurut beberapa petugas kebersihan yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mereka tetap menjalankan tugas setiap hari demi menjaga kebersihan Kota Makassar. Namun di balik kerja keras tersebut, mereka merasa hak-haknya belum sepenuhnya diberikan secara layak.
“Kami tetap bekerja setiap hari membersihkan sampah dan lingkungan. Tapi gaji yang diterima kadang tidak sesuai dengan yang kami tanda tangani. Bahkan pernah sampai tiga bulan belum dibayar tanpa alasan yang jelas,” ungkap salah seorang petugas dengan nada kecewa.
Para pekerja mengaku tidak memiliki pilihan lain selain tetap bertahan bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Meski kecewa, mereka memilih diam dan menerima kenyataan karena khawatir kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama.
Permasalahan ini kemudian menjadi pembicaraan di kalangan masyarakat Kecamatan Wajo. Banyak warga menilai para petugas kebersihan merupakan ujung tombak kebersihan kota yang seharusnya mendapat perhatian dan perlindungan. Mereka bekerja sejak dini hari hingga malam hari demi menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman dipandang masyarakat.
Warga juga mempertanyakan siapa pihak yang bertanggung jawab atas dugaan ketidaksesuaian pembayaran tersebut. Hingga saat ini, menurut pengakuan para pekerja, belum ada kejelasan maupun penjelasan resmi terkait persoalan yang mereka alami. Hal itu memunculkan tanda tanya besar mengenai ke mana sebenarnya hak para pekerja tersebut mengalir.
“Kalau memang benar ada hak pekerja yang belum dibayarkan atau tidak sesuai, maka harus ada penjelasan terbuka. Jangan sampai hasil keringat petugas kecil justru tidak jelas keberadaannya,” ujar salah seorang warga yang turut prihatin atas kondisi tersebut.
Selain itu, masyarakat berharap pemerintah Kota Makassar, khususnya instansi terkait, segera turun tangan melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan tenaga kebersihan di Kecamatan Wajo. Transparansi administrasi pembayaran gaji dinilai sangat penting agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan maupun keresahan di kalangan pekerja.
Para petugas kebersihan selama ini dikenal tetap bekerja tanpa mengenal lelah meskipun menghadapi berbagai keterbatasan. Mereka tetap mengangkut sampah, membersihkan drainase, serta menjaga kebersihan fasilitas umum demi terciptanya lingkungan yang sehat bagi masyarakat.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut hak-hak pekerja kecil yang selama ini berada di garis depan menjaga kebersihan kota. Banyak pihak berharap agar persoalan tersebut segera mendapatkan solusi yang adil dan transparan sehingga para pekerja tidak lagi merasa dirugikan.
Masyarakat juga meminta agar pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan petugas kebersihan, termasuk kepastian pembayaran gaji tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sebab, di balik bersihnya Kota Makassar, terdapat kerja keras para petugas kebersihan yang setiap hari mempertaruhkan tenaga demi kepentingan masyarakat luas. Ucapnya
Editor : H Ahmad Sukriansyah / Rustam /Red