Belopa, Indonesiatimurnews.com” 2 Maret 2026 – Upaya peningkatan pelayanan air bersih di Kabupaten Luwu terus menjadi perhatian serius jajaran manajemen PDAM Belopa. Direktur Utama PDAM Belopa, Mardi, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem pengelolaan air bersih demi menjawab kebutuhan masyarakat yang kian meningkat, khususnya di wilayah perkotaan dan daerah berkembang.

Dalam keterangannya, Senin (2/2/2026), Mardi S.E menyampaikan bahwa salah satu target besar ke depan adalah pembangunan intake suplesi di Kecamatan Bajo Barat. Pembangunan tersebut dirancang sebagai solusi strategis untuk menambah kapasitas pasokan air baku dan memperluas jangkauan pelayanan hingga lima kecamatan.
Menurutnya, pembangunan intake suplesi ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari perencanaan jangka menengah PDAM Belopa dalam menjamin ketersediaan air bersih yang stabil, terutama saat musim kemarau atau ketika terjadi peningkatan konsumsi air secara signifikan.

brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (0.058333334, 0.56875);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 38;
“Kami melihat kebutuhan air bersih terus meningkat. Karena itu, kami menargetkan pembangunan intake suplesi di Bajo Barat agar distribusi air bisa menjangkau lima kecamatan secara maksimal dan berkelanjutan,” ujar Mardi.
Layani Lima Kecamatan
Pembangunan intake suplesi di Kecamatan Bajo Barat diproyeksikan akan memperkuat suplai air bagi lima kecamatan yang selama ini mengalami tekanan distribusi, baik karena jarak, elevasi wilayah, maupun pertumbuhan jumlah pelanggan baru.

Dengan adanya sumber air tambahan tersebut, diharapkan:
- Debit air lebih stabil sepanjang tahun
- Tekanan air ke pelanggan lebih merata
- Gangguan distribusi dapat diminimalisir
- Penambahan sambungan rumah (SR) baru bisa ditingkatkan
Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat, terutama di sektor air bersih yang menjadi kebutuhan vital.
Pembenahan Internal dan Modernisasi Sistem
Selain fokus pada pembangunan intake suplesi, Dirut PDAM Belopa juga menyampaikan beberapa target lain yang akan menjadi prioritas manajemen, di antaranya:
- Penataan jaringan distribusi lama yang dinilai sudah membutuhkan peremajaan.
- Pengurangan tingkat kebocoran (non-revenue water) agar efisiensi distribusi semakin baik.
- Digitalisasi sistem pencatatan dan penagihan, guna meningkatkan transparansi dan akurasi data pelanggan.
- Peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, termasuk respons cepat terhadap keluhan masyarakat.
Mardi menegaskan bahwa pengelolaan air bersih bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana memastikan layanan berjalan profesional dan akuntabel.
Dukungan Pemerintah dan Harapan Masyarakat
Pembangunan intake suplesi di Kecamatan Bajo Barat tentu membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah Kabupaten Luwu, DPRD, serta masyarakat setempat.
Dirut PDAM berharap sinergi lintas sektor dapat mempercepat realisasi proyek tersebut, mengingat air bersih adalah kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sejumlah warga yang ditemui di wilayah Belopa menyambut baik rencana tersebut. Mereka berharap proyek ini benar-benar terealisasi dan mampu mengatasi persoalan distribusi air yang kadang tidak stabil di beberapa titik.
Dengan berbagai langkah strategis yang dicanangkan, PDAM Belopa di bawah kepemimpinan Mardi S.E optimistis mampu meningkatkan kualitas pengelolaan air bersih dan memperluas cakupan pelayanan di Kabupaten Luwu.
Ke depan, pembangunan intake suplesi di Bajo Barat diharapkan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang merata, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Editor : Tim LSM/Jurnalis/Red






