banner 728x250

Penyeberangan Bajoe–Kolaka Dialihkan Sementara ke Pelabuhan Siwa Akibat Perbaikan Movable Bridge Dermaga 1 Pelabuhan Bajoe Bone

banner 120x600
banner 468x60

SiWA– Indonesiatimurnews.com ” Aktivitas penyeberangan lintasan Bajoe–Kolaka untuk sementara resmi dialihkan melalui Pelabuhan Siwa menuju Kolaka mulai tanggal 1 Mei 2026 hingga 1 Juni 2026. Pengalihan sementara tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya proses perbaikan movable bridge atau jembatan bergerak di Dermaga 1 Pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Kebijakan pengalihan jalur penyeberangan ini disampaikan langsung oleh Koordinator Pelabuhan Siwa, Andi Muliani, S.Puang Lani, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kelancaran operasional transportasi laut selama proses rehabilitasi fasilitas utama di Pelabuhan Bajoe berlangsung.

banner 325x300

“Pengalihan sementara lintasan Bajoe–Kolaka ke Pelabuhan Siwa dilakukan demi mendukung proses perbaikan movable bridge di Dermaga 1 Pelabuhan Bajoe. Kami berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini karena tujuannya untuk keselamatan bersama dan peningkatan pelayanan ke depan,” tutur Andi Muliani, S.Puang Lani.

Pelabuhan Bajoe selama ini dikenal sebagai salah satu jalur transportasi laut tersibuk yang menghubungkan Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara. Setiap harinya, ratusan kendaraan roda dua, roda empat, bus penumpang, hingga truk logistik melintasi jalur tersebut untuk kepentingan perdagangan, distribusi barang, maupun mobilitas masyarakat antarwilayah.

Dengan dilakukannya perbaikan movable bridge, pihak pengelola pelabuhan bersama instansi terkait mengambil langkah antisipatif dengan mengalihkan aktivitas penyeberangan ke Pelabuhan Siwa. Hal ini dinilai penting agar proses pekerjaan teknis dapat berjalan maksimal tanpa mengganggu keselamatan pengguna jasa kapal ferry.

Menurut Andi Muliani, pihak Pelabuhan Siwa telah melakukan berbagai persiapan guna menghadapi peningkatan arus kendaraan dan penumpang selama masa pengalihan berlangsung. Mulai dari pengaturan antrean kendaraan, kesiapan petugas lapangan, peningkatan koordinasi keamanan, hingga penataan area pelabuhan terus dimaksimalkan demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

Ia juga mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan agar memperhatikan jadwal keberangkatan kapal, mematuhi aturan yang berlaku di area pelabuhan, serta menjaga ketertiban selama proses pengalihan berlangsung. Para sopir kendaraan logistik diminta untuk mengatur waktu perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan kendaraan di area pelabuhan.

“Seluruh pihak terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat tetap bersabar dan mendukung proses perbaikan ini agar nantinya fasilitas pelabuhan menjadi lebih baik, aman, dan nyaman digunakan,” lanjutnya.

Pengalihan sementara ini juga menjadi perhatian masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini menggantungkan aktivitas distribusi barang melalui jalur laut Bajoe–Kolaka. Meski demikian, sebagian besar masyarakat memahami bahwa perbaikan movable bridge merupakan kebutuhan mendesak demi menjaga keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas bongkar muat kendaraan di dermaga.

Di sisi lain, proses rehabilitasi movable bridge di Dermaga 1 Pelabuhan Bajoe diharapkan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan, sehingga aktivitas penyeberangan dapat kembali normal pada awal Juni 2026 mendatang.

Andi Muliani, S.Puang Lani juga menyampaikan harapannya agar ke depan pelayanan transportasi laut di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara semakin maju dan modern. Menurutnya, keberadaan fasilitas pelabuhan yang memadai sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

“Kami berharap setelah proses perbaikan selesai, pelayanan penyeberangan Bajoe–Kolaka akan semakin optimal, aman, dan mampu memberikan kenyamanan lebih baik kepada masyarakat. Infrastruktur pelabuhan yang baik tentunya akan berdampak positif terhadap perekonomian dan mobilitas masyarakat,” harapnya.

Pemerintah dan pihak terkait juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta mendukung proses perbaikan fasilitas pelabuhan demi kepentingan bersama. Dengan sinergi dan kerja sama yang baik, diharapkan pelayanan transportasi laut di kawasan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi penunjang utama pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.Ucapnya

Editor : Budi / H. A Sukriansyah

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *