GOWA — Indonesiatimurnews.com” Hasil investigasi Wartawan ITN Rustam Situju bersama M Nasir mengatakan Akses jalan poros kabupaten yang menghubungkan Desa Parigi menuju Desa Sicini (Kecamatan Parigi) hingga ke Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, kini kondisinya rusak parah. Jalur yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas harian warga ini dipenuhi lubang besar, batu-batu lepas yang licin, serta permukaan jalan yang bergelombang akibat aspal yang telah mengelupas sepenuhnya.

Berdasarkan laporan warga di lapangan, kerusakan paling parah terlihat di area Dusun Labba Batu, Desa Sicini. Saat musim kemarau, para pengguna jalan harus bertarung dengan kepulan debu tebal yang mengganggu jarak pandang dan pernapasan. Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, lubang-lubang jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur dan genangan air yang sangat membahayakan keselamatan pengendara, khususnya roda dua.
Keluhan Menahun dan Janji yang Menguap
Warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang rusak ini sudah dikeluhkan selama belasan tahun. Meskipun petugas sempat datang beberapa kali untuk melakukan pengukuran, realisasi perbaikan tak kunjung tampak.
“Sudah lama sekali jalan ini rusak. Kami sempat dijanjikan akan diperbaiki, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami sangat kesulitan saat melintas, apalagi kalau mendesak atau saat musim hujan,” keluh salah satu warga pengguna jalan.
Dampak dari rusaknya infrastruktur jalan ini sangat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat:

- Sektor Pendidikan: Pelajar terpaksa melintasi jalur berbahaya ini setiap hari demi bisa pergi dan pulang sekolah.
- Ekonomi Pertanian: Distribusi hasil bumi dan pertanian dari wilayah Sicini dan Bungaya menuju pasar menjadi terhambat. Biaya operasional kendaraan membengkak akibat seringnya kendaraan mengalami kerusakan.
- Akses Antar-Kecamatan: Jalur ini merupakan rute alternatif terdekat yang menghubungkan beberapa kecamatan sekaligus, termasuk Tompobulu, Bungaya, Bontolempangan, dan Biringbulu.
Masyarakat Mendesak Tindakan Nyata Pemkab Gowa
Karena lambatnya respons dari pihak terkait, warga di beberapa dusun bahkan sempat bergotong-royong secara swadaya melakukan penambalan darurat menggunakan material seadanya agar jalan tetap bisa dilalui. Namun, solusi mandiri ini tentu tidak bertahan lama karena tergerus cuaca dan kendaraan yang melintas.

Masyarakat dan para pengguna jalan kini mengetuk pintu hati Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta anggota DPRD setempat. Mereka mendesak agar jalur Parigi–Sicini–Bungaya segera masuk dalam skala prioritas anggaran perbaikan jalan. Warga berharap pemerintah tidak menunggu adanya korban jiwa baru bergegas melakukan pengaspalan atau pembetonan yang layak.
Editor : Rustam Situju / M Nasir / Red






