Minahasa, Indonesiatimurnews.com Dibuka dengan doa oleh Ketua Jemaat Siloam Tonaealama wilayah Tondano empat Pdt. Jeane Anita Puiri, MTh tanda dimulai arak arakan celebrasi Pawai Pigura yang mengular keluar dari gedung gereja siloam tonsealama berpencar menuju dua arah utara dan selatan desa tonsealama, dituntun oleh mobil forayders mengantar para peserta pawai dengan berbagai model peran yang ditampilkan mulai dari aneka peran profesi hingga aneka peran status dan jabatan.

Lenggak lenggok, gerak dan tari mewarnai celebrasi pawai pigura mengikuti suara lagu, melahirkan gaya unik dan lucu para pelayan khusus dalam balutan kostum yang menjadikan mata melotot kegirangan bagi yang melihatnya. Tua muda jemaat dan masyarakat menyambut gembira di disepanjang jalan dan lorong, saweran pun dimainkan mengisi pundi pundi “susu tante” atau sumbangan sukarela tanpa tekanan.

Oma Dei lansia di kolom delapan yang menanti di muka rumah pinggiran jalan raya penuh sukacita riang gembira dengan penampilan para pigurian dari tim satu yang dipimpin oleh Pdt. Abraham Lintong, MTh, Pdt.Chikita Tamariska, STh dan Pendeta Joy Kindangen,STh bersama pelayan khusus kolom satu sampai sembilan tampak gemas dan lucu, mengatakan: ” Oh may god, lucu sekali dia pe gaya,” sambil tersenyum sumingrah saweranpun terisi yang di jalankan oleh penatua pemuda Monica Kalalo, SPd.

Sementara itu rombongan arak arakan Tim 2 yang dipimpin oleh.Pdt Jeane Anita Puiri, MTh dan Pendeta Meivi Sumual, STh bersama para Pigurian Pelayan Khusus Kolom sepuluh sampai kolom delapan belas mulai bergerak menuju gereja. Bergabung dengan tim satu dan semarak celebrasi pigura berkumpul dihalaman gedung gereja sebagai tanda berakhirnya perjalanan pawai pigura selesai.

Editor : Musa Lembong Kabiro Minahasa/Red








